( Wisata desa Tradisional Bali )
This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
TRUNYAN - Desa Kuno di Batur Bali
TRUNYAN - Desa Kuno di Batur Bali
( Wisata desa Tradisional Bali )
( Wisata desa Tradisional Bali )
TRUNYAN
Tur
ke Trunyan adalah salah satu acara berlibur di pulau Dewata yang sangat
menyenangkan untuk anda jalani bersama dengan orang – orang terdekat. Desa Trunyan adalah sebuah desa kuno
terletak di tepi danau Batur, Kintamani, kabupaten Bangli. Kehidupan masyarakatnya
adalah cermin dari masyarakat desa yang unik dan merupakan komunitas kecil
orang – orang Bali Aga yaitu orang Bali di pegunungan yang jauh dari pengaruh
masyarakat kota dan para pendatang dari luar pulau apalagi turis – turis
mancanegara.
Kebudayaan orang Trunyan adalah mencerminkan
pola pikir kebudayaan para petani kecil yang konservatif dan masih berlaku
hingga saat ini untuk beberapa sisi kehidupan mereka seperti sistem pertanian
dan perkebunan, serta para petani tambak ikan yang terdapat di pesisir danau
dan kehidupan beragama yang berpegang erat pada adat istiadat desa setempat
saat dimulai dari matahari terbit di kaki gunung Batur.
Berdasarkan cerita rakyat yang sudah
melegenda sejak jaman dahulu di pulau Dewata, penduduk Trunyan adalah
sekelompok masyarakat Bali Aga yang mempersepsikan diri dan jati diri mereka ke
dalam dua versi yaitu versi pertama, orang Trunyan adalah orang – orang dari
suku Bali turunan masyarakat China yang percaya terhadap para leluhur mereka
dari langit dan turun ke bumi Trunyan untuk memberikan suatu kehidupan baik
bermula dari sebuah tempat yang sangat indah, terletak di kaki gunung Batur,
Kintamani. Terkait dengan versi ini, di rumah masing – masing orang Trunyan memiliki
sebuah tempat suci untuk menghormati para leluhur yang dipercaya adalah seorang
Dewi dari langit. Versi kedua, orang Trunyan mempunyai kebiasaan unik dalam
sistem ekologi mereka di lingkungan masyarakat mereka sendiri yaitu percaya
terhadap hal – hal gaib yang berawal dari pohon Taru Menyan (seperti pohon
Cendana) di halaman rumah masing – masing penduduk, yaitu pohon yang pada pagi
hari atau malam hari menyebarkan bau - bauan wangi. Dari nama pohon inilah
tercetus ide pemberian nama terhadap sebuah desa yang sangat damai, terletak di
pesisir danau Batur Kintamani ini dengan sebutan desa Trunyan.
Tur ke desa Trunyan dapat anda
tempuh dengan rent car, berlokasi disebelah timur bibir danau Batur, desa ini
sangat terpencil dari desa utama yang terletak di pinggir jalan raya Kintamani.
Perjalanan dimulai dari kota Denpasar menuju ke timur hingga Penelokan, lalu
tiba di desa Kedisan. Dari Kedisan anda dapat melanjutkan perjalanan ke desa
Trunyan dan menyewa perahu tradisional untuk menyeberangi danau Batur selama kurang
lebih 2 jam atau 45 menit dengan perahu bermotor.
Apabila anda khawatir melalui jalan
air, Trunyan dapat dicapai melalui jalan darat meskipun agak jauh, melewati jalan
setapak melalui desa – desa kecil lainnya seperti desa Buahan dan desa Abang, di musim kemarau
dikenal sebagai jejeran desa – desa sunyi tanpa penghuni karena kemarau terlalu
panjang yang menyebabkan lingkungan di desa – desa ini menjadi gersang dan tak
layak huni. Sedangkan tur ke desa Trunyan, anda akan disuguhi suasana yang
sangat berbeda dengan desa – desa sebelumnya, Hawa udara desa Trunyan adalah sangat
sejuk, suhu rata - rata 17 derajat celcius dan pada musim dingin dapat turun
sampai 12 derajat celcius karena banyak dipengaruhi oleh angin danau Batur yang
memiliki ukuran panjang 9 km dan lebar 5 km, merupakan salah satu sumber air terbesar,
paling bersih dan menjadi sumber kehidupan agraris dari masyarakat Bali selatan
dan timur.
Keunikan obyek wisata desa Trunyan, disamping
karena pemandangan alam yang begitu mempesona, juga terdapat satu tradisi
masyarakat Bali Aga yang masih kuat dipengaruhi oleh ajaran agama Hindhu kuno di
desa ini yaitu tentang pemakaman orang – orang yang sudah meninggal, di desa
Trunyan terdapat 3 kuburan utama yaitu : sema wayah diperuntukkan bagi pemakaman jenis mepasah (mayat
yang hanya diletakkan di atas tanah), sema bantas diperuntukkan untuk penguburan
mayat yang dikebumikan di dalam tanah, dan sema nguda adalah kuburan yang diperuntukkan
untuk kedua jenis pemakaman tersebut yaitu mepasah maupun penguburan dengan persyaratan
khusus untuk dikubur dalam tanah seperti orang – orang yang meninggal dunia
karena belum mencapai akhir balik / belum beranjak dewasa.
Untuk
anda yang gemar berpetualang, tempat ini sangat cocok untuk melakukan tur dalam
rangka holiday ke pulau Bali, jaga kondisi tubuh agar tetap fit saat dimulai
perjalanan menuju ke desa Trunyan.
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
PULAU MENJANGAN - Pulau Indah di Barat Bali dengan keindahan wisata Baharinya
PULAU MENJANGAN - Pulau Indah di Barat Bali dengan keindahan wisata Baharinya
( Wisata Bahari di Bali Barat )
PULAU MENJANGAN
Salah satu diving site yang cukup terkenal di
mancanegara saat ini adalah pulau Menjangan, sebuah pulau kecil yang sangat indah
berada di barat laut pulau Bali, termasuk ke dalam kawasan obyek wisata Bali
Utara, yaitu berlokasi 5 km dari wilayah desa Sumber Klampok, kecamatan
Gerokgak, kabupaten Buleleng, tepatnya sekitar 76 km dari pusat kota Singaraja,
atau sekitar 20 km dari Gilimanuk, dan memiliki luas kurang lebih 6000 hektar.
Pulau Menjangan adalah termasuk ke dalam bagian
dari Taman Nasional Bali Barat (TNBB)
sehingga secara administratif, hal – hal yang berkaitan dengan pulau Menjangan merupakan
tanggung jawab dari pengelola TNBB. Seperti usaha pelestarian dari kehidupan
binatang liar yang langka yaitu Rusa atau dalam bahasa Bali disebut dengan Menjangan, burung jalak putih Bali dan
tentu saja beragam jenis hewan laut yang semakin punah keberadaannya saat ini.
Tujuan anda melakukan perjalanan wisata ke
tempat ini adalah untuk menyelam, namun sebelumnya anda harus mendapat izin
khusus dari Kepala TNBB yang berkantor di desa Gilimanuk, kecamatan Melaya, kabupaten
Jembrana. Gunanya adalah untuk mencegah penyelam nakal yang dapat secara sembarangan
merusak habitat pertumbuhan terumbu karang di dasar laut pulau ini. Izin
menyelam sangat mudah anda peroleh karena disediakan jasa dive operator yang sudah
berpengalaman dan memiliki izin resmi dari TNBB, sehingga anda dapat
menyalurkan hobi menyelam tanpa harus merasa khawatir akan keganasan kondisi alam
liar di dasar laut karena didampingi oleh para dive operator yang berpengalaman.
Pemandangan yang disuguhkan kepada anda ketika sudah berada di dasar
laut adalah pesona liar kehidupan batu karang acropora sp. yang berwarna – warni mendominasi ruang kosong
bawah laut, ikan – ikan hias berukuran kecil dan senang hidup bergerombol,
kakap hitam dan kerapu mengintip anda dengan perasaan curiga dari sela - sela
rimbunnya tanaman laut atau goa – goa kecil pada batu karang, kerang kima hitam
yang cantik dan elegan menempel pada dinding batu karang, juga terumbu karang
berbentuk sangat unik seperti kelopak bunga teratai dari jenis terumbu karang montipora foliosa terlihat bermekaran
dengan warna – warna cerah menantang langit biru seperti warna putih, kuning,
hingga keemasan diantara staghorn
coral. Beberapa bongkah batu besar berwarna merah hati berdiri anggun di
tengah laut bahkan ada yang menyembul ke permukaan laut dan merupakan tempat
yang nyaman untuk bersandar ketika anda merasa lelah melakukan kegiatan
snorkeling, namun anda harus tetap berhati – hati jangan sampai menginjak atau
mematahkan karang yang masih muda karena akan membutuhkan waktu ratusan tahun
untuk menunggu tunas – tunas baru tumbuh.
Ketika hari beranjak siang, kegiatan di laut mulai dihentikan, dan anda
akan diajak kembali naik ke atas perahu untuk berlayar menuju ke daratan. Acara
selanjutnya adalah makan siang, meskipun pulau Menjangan sudah dilengkapi
dengan resort dan beberapa kafe atau restoran mewah bergaya ala Eropa atau
Amerika, namun anda dapat berlibur bersama keluarga dalam nuansa keakraban di
rumah yaitu dengan cara sederhana, membawa bekal sendiri, sambil duduk di bawah
pohon – pohon rindang kelapa pantai yang banyak terdapat di area pesisir
pantai, menjulang tinggi sangat anggun serta semilir angin di pantai yang berpasir
bersih dan halus ini akan menambah kesan akrab, damai dan tenang sehingga anda
benar – benar bisa menikmati liburan dengan cara berbeda yaitu lebih murah,
meriah namun tetap dapat menikmati fasilitas utama dari obyek wisata yang
ditawarkan.
Selamat berlibur !
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
NGABEN - Upacara Adat Keagamaan di Bali
NGABEN - Upacara Adat Agama di Bali
( Wisata adat & tradisi di Bali )
NGABEN
Ngaben merupakan upacara adat yang dilakukan
oleh umat Hindu di pulau Bali dan tergolong sebagai salah satu upacara Pitra
Yadnya (merupakan upacara keagamaan yang dilaksanakan sebagai wujud rasa
terimakasih kepada para leluhur).
Ngaben (dalam istilah etimologis) berarti api yaitu ritual upacara yang selalu melibatkan unsur api, dimana
api yang dipakai terdiri dari 2 jenis yaitu api konkret (api sebenarnya) dan
api abstrak (api yang berasal dari mantra para Pendeta yang memimpin upacara).
Atau istilah ngaben dapat diartikan sebagai beya (dalam bahasa Bali) yang mengandung
arti bekal yaitu upacara memberi bekal kepada para leluhur untuk perjalanannya
ke surga atau dunia akhir, tempat semua kebahagiaan bermuara.
Bentuk – bentuk upacara ngaben ada 3 jenis,
dapat diulas secara singkat seperti di bawah ini :
1). Sawa Wedana merupakan upacara
ngaben berupa jenazah yang masih utuh (orang yang baru meninggal tanpa dikubur
terlebih dahulu). Upacara ini dilakukan dalam kurun waktu 3 atau 7 hari
terhitung sejak orang tersebut meninggal dunia. Persiapan upacara berlangsung kurang
lebih satu bulan. Langkah awal adalah persiapan meletakkan jenazah di balai
adat yang ada di masing - masing rumah masyarakat Bali asli, lalu dilakukan pemberian
ramuan tertentu yang bertujuan untuk memperlambat proses pembusukan jenazah. Saat
ini pemberian ramuan digantikan dengan pemakaian formalin. Ritual selanjutnya
adalah membawakan kopi, air putih dan memberi makan layaknya kepada mahluk
hidup namun menggunakan peralatan yang serba baru dan bersih, apabila sore
menjelang waktu mandi dibawakan perlengkapan mandi seperti sabun, sampo, sikat
gigi dan pasta gigi, handuk, sisir, perlengkapan setelah mandi dan pakaian
bersih. Semua benda – benda tersebut diletakkan dengan rapi di sisi jenasah
sebelah kepala. Ritual ini wajib dilakukan selama jenazah ditaruh pada balai
adat, pihak keluarga memperlakukannya seperti mereka masih hidup. Upacara yang
disebut dengan istilah Papegatan dimaksud yang bersangkutan dianggap masih
hidup dan sehat, beliau hanya tidur sehingga bagi orang – orang terdekat merasa
mereka masih berada dilingkungan keluarga.
2). Asti Wedana merupakan upacara ngaben berbentuk kerangka jenazah yang
telah dikubur dalam jangka waktu cukup lama sehingga hanya tertinggal tulang -
belulang bahkan karena terlalu lama meninggal hanya ada bekas tanah kuburan
saja. Upacara ini disertai dengan upacara ngagah, yaitu dilakukan ritual menggali
kembali kuburan dari anggota keluarga yang sudah meninggal untuk kemudian diberi
upacara atau sesajen pembersihan terhadap tulang - belulang yang tersisa dari
sifat – sifat kotor yang dimiliki oleh orang tersebut selama hidup.
Hal ini dilakukan sesuai dengan adat istiadat atau tradisi dan aturan
desa – desa di pulau Bali yang sedang melakukan upacara Pitra Yadnya seperti
karena ada upacara keagamaan di pura desa dalam lingkup besar sehingga masyarakat
desanya tidak diperkenankan melakukan upacara kematian dan upacara pernikahan, oleh
karena itu jenazah untuk sementara waktu dikuburkan di kuburan umum setempat
yang disebut dengan upacara Makingsan Ring Pertiwi (ritual menitipkan jenazah
di ibu pertiwi atau tanah/kuburan).
3). Swasta adalah upacara ngaben tanpa melibatkan jenazah ataupun kerangka
mayat, upacara ini dilakukan karena beberapa faktor yaitu : orang yang
bersangkutan meninggal di luar negeri atau tempat jauh di luar pulau Bali dan
korban bencana alam sehingga jenazah tidak ditemukan alias hilang. Pada upacara
ngaben jenis ini, jenazah disimbolkan dengan memakai kayu cendana yang beraroma
harum, dilukis dan diisi aksara magis atau mantra – mantra pelindung sebagai simbol
terhadap badan kasar dari atma orang meninggal yang bersangkutan.
Sedangkan tujuan ngaben adalah dengan membakar
jenazah atau simbolisnya lalu menghanyutkan abu ke sungai atau laut akan
mengandung makna terhadap pelepasan Sang Atma (roh) dari sifat atau belenggu
keduniawian sehingga roh mereka dapat bersatu dengan Tuhan (Mokshatam Atmanam).
Tujuan lain adalah membakar jenazah atau simbolisnya yang merupakan suatu rangkaian
upacara untuk mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta (yaitu 5 unsur pembangun
badan kasar manusia dalam ajaran umat Hindu) kepada asalnya masing -masing supaya
tidak menghalangi perjalanan Sang Atma / roh ke surga, adapun bagian dari Panca
Maha Bhuta adalah pertiwi : unsur padat sebagai simbol pembentuk tulang,
daging, kuku, dan organ tubuh lainnya, apah : unsur cair yang membentuk darah,
air liur, air mata, bayu : unsur udara sebagai simbol pembentuk nafas, teja :
unsur panas sebagai simbol pembentuk suhu tubuh dan akasa : unsur ether
yang membentuk rongga – rongga di dalam tubuh. Tujuan terakhir adalah khusus
bagi anggota keluarga, upacara ini merupakan sebuah simbol bahwa pihak keluarga
sudah ikhlas atau rela melepas kepergian yang bersangkutan karena ikatan kasih
sayang dan cinta terlalu dalam juga sudah mendoakan semoga roh mereka
bersemayam dengan damai di sisi Tuhan dan terlepas dari ikatan duniawi beserta
sifat – sifat kotor yang menjadi sifat dasar ketika manusia hidup dan dapat
dihapus dengan menjalankan agama masing – masing.
Apabila sekali waktu anda berlibur ke pulau Dewata, anda dapat dengan
mudah menonton secara langsung proses dari awal ritual upacara keagamaan umat
Hindu di Bali yaitu ngaben, jangan lupa membawa tustel untuk mengabadikan foto
– foto unik dan mengandung nilai seni yang sangat tinggi untuk anda ceritakan
ketika kembali ke rumah.
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
JATILUWIH - Desa Kecil, unik nan indah di Bali
JATILUWIH - Desa Kecil, unik nan indah di Bali
( wisata desa di Bali )
JATILUWIH
Jatiluwih merupakan sebuah desa kecil yang
terletak di kecamatan Penebel, kabupaten Tabanan, Bali. Dari Denpasar dengan
rent car, anda dapat mencapai tempat ini begitu mudah yaitu mempunyai jarak
dari Legian sekitar 60 km, karena akses menuju desa ini sudah bagus.
Seperti halnya terasering di obyek wisata
lain pulau Bali, tempat ini mempunyai keindahan pemandangan alam yang unik,
sehingga menjadi sangat terkenal di mancanegara, salah satunya adalah udara
sejuk, pemandangan sawah bertingkat yang masih alami dan jauh dari kebisingan
tempat – tempat wisata pada umumnya.
Jatiluwih memang cocok untuk anda
yang senang dengan wisata sawah, dimana anda dapat dengan leluasa menikmati
kesegaran udara pedesaan dengan penduduknya yang terkenal ramah dan suka
membantu. Terdapat beberapa pura kecil di tengah sawah tempat para petani
menghaturkan sesaji untuk kesuburan sawah dan sungai – sungai kecil dengan
aliran air sangat bening, serasa ingin mandi di dalamnya. Suasana yang alami
dan asri, sangat berbeda dengan obyek wisata di daerah perkotaan yang penuh
keramaian seperti Kuta.
Tempat ini juga tepat untuk tujuan wisata kesehatan yaitu menghilangkan
kejenuhan. Anda dapat melakukan latihan yoga di tengah kesunyian alam
terasering yang menghijau dan hanya ditemani oleh beberapa petani, lenguhan
kerbau dan kicau burung liar yang banyak bertengger di pohon – pohon mangga
milik petani setempat. Sejauh mata memandang, desa Jatiluwih merupakan daerah
yang berdekatan dengan gunung Batukaru yang terletak pada ketinggian 700 m di atas
permukaan laut. Oleh karena itu, tempat ini terkenal sebagai salah satu tempat
dengan udara paling sejuk di pulau Bali.
Di desa ini terdapat beberapa homestay, anda dapat memilih satu untuk
tempat menginap, keuntungannya adalah bisa mengenal lebih dekat tentang
karakter orang Bali asli seperti dari pola makan mereka sehari – hari, ritual
bersembahyang ke pura atau kegiatan bercocok tanam yang sangat unik hanya ada
di pulau Bali yaitu sistem subak untuk menjaga kesuburan dan keindahan terasering
mereka. Atau anak – anak yang terlihat masih polos namun sudah terbiasa dengan
keberadaan orang asing di sekitar mereka sehingga tak heran mereka pintar
berbahasa asing.
Apabila anda merindukan suasana perkotaan seperti jalan – jalan ke mall
mewah, atau ingin menikmati wisata pantai, bisa kembali lagi ke Denpasar,
menyusuri kota tersibuk di Bali, Kuta dengan seribu satu jenis kegiatan yang
bisa anda ikuti dan terakhir adalah kembali ke hotel Gosyen di Legian.
Gosyen Hotel merupakan hotel yang berlokasi
di daerah utama Legian, Kuta, Badung Selatan. Memiliki perpaduan arsitektur
Bali dan Jepang dengan desain minimalis dan akses mudah ke beberapa obyek
wisata di sekitarnya seperti pantai Kuta. Dengan menyediakan 31 kamar tamu,
dilengkapi furnitur bertemakan warna cokelat gelap, menciptakan sebuah harmoni
atau hubungan yang sangat nyaman bagi para tamu yang menginap disini.
Rencanakan dari sekarang jadwal anda untuk berlibur ke Jatiluwih dan
obyek – obyek wisata lainnya di Denpasar. Semoga berakhir menyenangkan !
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
GUNUNG AGUNG - Bali
GUNUNG AGUNG - Gunung tertinggi di Bali
( Wisata Pendakian di Bali )
GUNUNG
AGUNG
Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di pulau Bali yaitu mencapai ketinggian 3.142 mdpl. Gunung ini berlokasi di kecamatan Rendang, kabupaten
Karangasem - Bali. Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano dan mempunyai kawah sangat besar,
sangat dalam dan hingga saat ini masih aktif mengeluarkan asap dan uap air panas.
Melakukan glory morning ke pura Besakih akan lebih mengesankan apabila
dilanjutkan dengan pendakian gunung
Agung, dari kejauhan nampak seperti benda berbentuk kerucut dan runcing
sempurna, berwarna hijau diselimuti warna abu – abu, tetapi sebenarnya bila
anda berada di dekatnya akan terlihat jelas bentuk puncak gunung ini yaitu memanjang
dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar. Dari puncak gunung Agung, anda
dapat menyaksikan puncak gunung Rinjani yang sangat cantik berada di pulau Lombok Timur, walaupun kedua gunung ini saling
berjauhan dan tertutup awan tebal karena kedua puncak gunung ini adalah sangat
tinggi, menjulang menantang awan, namun pada saat – saat tertentu para
wisatawan bisa menyaksikan keindahannya, diselingi oleh kepulauan Nusa Penida
di sebelah selatan yang menghijau dan pantai – pantainya nan membiru, termasuk pantai Sanur serta gunung dan danau Batur berada
pada titik sebelah barat laut pulau Bali.
Pada umumnya gunung Agung di
Bali terkenal sebagai ajang pendakian bagi para backpacker, karena sangat aman
dan terkenal hingga ke mancanegara dengan panorama alamnya sangat mempesona,
ditambah dengan budaya, seni dan tempat – tempat wisata lainnya di Bali,
menjadikan gunung ini sebagai salah satu pilihan favorit. Meskipun demikian,
anda harus tetap hati – hati dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan teliti
sebelum melakukan pendakian terhadap gunung Agung. Di bawah ini akan diberikan
beberap tips penting yang harus anda ingat sebelum mendaki gunung Agung Bali,
yaitu empat tips yang akan menjaga keselamatan anda selama pendakian, antara
lain :
1). Hindari membawa makanan dan
minuman yang terbuat dari daging sapi. Sapi atau hewan lembu bagi umat Hindu di
Bali merupakan hewan – hewan yang disakralkan dan dipercaya bisa memberikan
kesejahteraan bagi masing – masing makhluk hidup, oleh karenanya pada hari –
hari tertentu, umat Hindu dilarang untuk mengkonsumsi daging sapi. Apalagi
ketika anda mendaki gunung Agung, janganlah membawa jenis makanan yang dicampur
dengan daging sapi, tujuannya adalah sebagai salah satu bentuk penghormatan
anda kepada masyarakat Hindu yang tinggal di sekitar gunung Agung.
2). Cuaca. Kondisi cuaca di Bali
merupakan faktor terpenting dalam melakukan pendakian gunung Agung. Pada musim hujan,
sebaiknya anda membatalkan kegiatan mendaki gunung, karena sering terjadi
banjir pada beberapa sungai yang ada di area gunung, dan jalanan sangat licin
serta suhu udara akan menjadi sangat dingin dan kurang nyaman yaitu sekitar 10
derajat celcius. Jika dirasa sangat penting sehingga anda melakukan pendakian
bertepatan dengan musim hujan maka sebelum mendaki jangan lupa lengkapi diri
anda dengan jaket anti air, sarung tangan plastik agar bisa mengurangi suhu
dingin, bawalah jas hujan karena sewaktu – waktu terjadi hujan lebat sehingga dalam
pendakian anda tidak basah.
3). Cukupilah perbekalan.
Perbekalan yang dimaksud adalah berupa makanan dan air minum. Untuk bisa sampai
di puncak gunung Agung, anda membutuhkan waktu 7-10 jam, jadi jika anda melewati
jalan – jalan naik dan turun, maka total waktu yang dibutuhkan adalah 15-20
jam, sehingga perbekalan makan dan air minum dalam jumlah cukup, sangatlah
penting. Di gunung Agung terdapat sedikit mata air sebagai sumber air mineral
yang bersih dan beberapa diantaranya merupakan sumber mata air yang tidak boleh
diambil airnya secara sembarang karena disakralkan oleh masyarkat Hindu setempat.
4). Hindari pendakian ketika ada
upacara keagamaan. Melakukan acara wisata ketika ada upacara keagamaan adalah
dilarang dilakukan di seluruh obyek wisata pulau Bali. Apalagi di daerah gunung
Agung, terdapat 2 pura besar yaitu pura Besakih dan pura Pasar Agung, jika kebetulan
terdapat proses upacara keagamaan, di kedua pura ini sangat ramai oleh orang –
orang Bali yang melakukan upacara adat agama mereka, jadi sebaiknya batalkan
niat anda untuk mendaki, lebih baik membuat video menarik tentang kehidupan
masyarakat Bali dengan kegiatan keagamaan mereka yang diwarnai dengan semarak
pakaian adat bali, penjor dan aneka sesajen cantik. Hal ini adalah salah satu
bentuk penghormatan dan toleransi beragama terhadap pemeluk agama Hindu di
sekitar gunung Agung. Jadi cari informasi penting tentang jadwal upacara adat
di pura Besakih dan pura Pasar Agung kepada tur gaide anda, agar tidak
bertabrakan dengan jadwal pendakian.
Jika anda ingin holiday ke
gunung Agung untuk melakukan pendakian, sebaiknya menggunakan jasa perusahaan
Bali trekking tour, karena akan memudahkan acara anda berlibur, disini
disediakan jasa pemandu yang berpengalaman tentang hutan – hutan berbahaya di
area gunung dan beberapa binatang buas ketika pendakian dilakukan. Di Bali
terdapat beberapa perusahaan yang bergerak pada jasa Bali sunrise trekking and
tours dan salah satunya adalah Balitoursclub. Kami menyediakan paket wisata trekking
ke gunung Agung bagi para wisatawan asing maupun lokal yang ingin menikmati
Bali trekking adventure di pulau Bali.
Happy holiday !
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
GLORY MORNING DI PURA TANAH LOT - Tanah Lot Bali
GLORY MORNING DI PURA TANAH LOT - Tanah Lot Bali
( Wisata Tanah Lot Bali )
GLORY
MORNING DI PURA TANAH LOT
Tanah lot merupakan salah satu objek wisata di pulau Bali. Terdapat
dua pura yang berdiri megah di atas batu besar, yaitu satu terletak di atas
bongkahan batu dan lainnya terletak di atas tebing. Kedua pura ini dikenal
dengan nama pura Tanah Lot, merupakan bagian terpenting dari pura Dang
Kahyangan. Pura Tanah Lot adalah pura di laut tempat pemujaan dewa - dewa
penjaga laut pulau Dewata dan umat Hindhu kerap melakukan glory morning di pura
Tanah Lot untuk permohonan keselamatan terhadap berbagai aktifitas di laut
terutama buat para nelayan yang akan melaut untuk menangkap ikan.
Menurut legenda, pura ini didirikan oleh seorang brahmana dari pulau
Jawa bernama Danghyang Nirartha yang melakukan perjalanan suci ke pulau Bali dan
turut serta menyebarkan ajaran agama Hindhu Jawa dengan membangun beberapa pura
Sad Kahyangan di pesisir pantai Bali pada abad ke-16. Terakhir adalah beliau
memindahkan sebuah pura kecil yang terletak di tengah laut, di atas bongkahan
batu ke pinggir laut, berdekatan dengan pura utama Tanah Lot, setelah itu beliau
meninggalkan pulau Dewata, mengembara ke beberapa tempat untuk melanjutkan misi
penyebaran ajaran agama Hindhu.
Obyek wisata pura Tanah Lot terletak di desa Beraban, kecamatan Kediri,
kabupaten Tabanan, kira – kira 13 km ke arah barat Tabanan. Tanah Lot merupakan
obyek wisata spiritual terekomendasi sebagai salah satu tempat berlibur
sekaligus menjalankan petuah leluhur untuk melakukan persembahyangan di pura
Tanah Lot, apabila anda adalah seorang umat Hindhu. Persembahyangan dapat
dilakukan dengan cara sederhana yaitu hanya membawa sebungkus bunga dan dupa,
memakai selendang atau kain pantai, anda sudah dapat menghaturkan doa kepada
para dewa laut penguasa dunia air. Setelah itu acara dilanjutkan dengan jalan –
jalan menyusuri keindahan pantai, melihat debur ombak memecah keangkuhan batu
karang, atau mendengar celoteh lucu para guide kecil yang bercerita tentang
ular penjaga pura yang dipercaya merupakan jelmaan dari selendang Danghyang
Nirartha yang tertinggal di pesisir pantai Tanah Lot dan melalui proses panjang
serta keajaiban kecil maka selendang tersebut menjadi ular penghuni pantai
Tanah Lot. Ular ini berkembang biak menjadi sangat banyak hingga sekarang dan
secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang sangat beracun melebihi
ular cobra. Bentuknya pipih seperti ikan sidat dan berwarna hitam berbelang
kuning.
Ketika sore menjelang, anda bisa melihat pesona alam matahari terbenam
(sunset) dari atas tebing, dimana para turis berlomba mengabadikannya untuk oleh
– oleh ketika akan kembali ke negara masing – masing. Anda dapat melanjutkan
perjalanan kembali ke Denpasar untuk selanjutnya melakukan perjalanan wisata
keluar kota Denpasar atau hanya menghabiskan sisa waktu di sekitar hotel
seperti Legian dan Kuta.
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
DOLPHIN IN LOVINA BEACH - Pantai Lovina Bali
DOLPHIN IN LOVINA BEACH - Pantai Lovina Bali
( Lumba-lumba di Pantai Lovina )
DOLPHIN
IN LOVINA BEACH
Pantai Lovina berlokasi di sekitar 9 km sebelah
barat kota Singaraja, dan
merupakan salah satu obyek wisata yang cukup populer di Bali Utara sehingga
anda dapat melakukan tur ke tempat ini. Pantai ini terkenal akan atraksi
menarik yaitu Dolphin in Lovina beach, dimana para wisatawan asing maupun lokal
sangat senang menontonnya dari pesisir pantai atau naik perahu kecil menuju
lepas pantai supaya lebih berdekatan dengan segerombolan ikan – ikan cantik
tersebut.
Manusia sebagai mahluk Tuhan paling tinggi, sejak jaman dahulu kala
selalu tertarik dengan legenda hewan cantik lumba - lumba. Bangsa Romawi adalah
negara pertama yang mengabadikan kisah lumba – lumba dengan cara mengukir
gambar mozaik lumba - lumba sekitar 2.000 tahun
lalu. Saat ini, kehidupan liar lumba – lumba di tengah laut dilindungi oleh
pemerintah setempat untuk menjaga kelestariannya dari kepunahan. Karena di alam
liar terdapat ikan hiu ganas yang gemar berburu lumba - lumba sehingga ikan ini
harus berhati - hati terhadap ikan hiu yang mungkin akan menyerang mereka
sewaktu - waktu. Pada umumnya mereka melindungi diri dengan gigi – giginya yang
tajam, atau kadang - kadang mereka memakai paruhnya yang keras sebagai
pelantak.
Lumba - lumba tergolong ke dalam hewan mamalia yang
cerdas. Salah satunya terlihat dari sikap lumba - lumba dalam menolong manusia,
apabila ikan ini sudah terlatih, anda dapat melihat kecerdasannya melakukan lompat
indah melalui lingkaran api atau bermain bersama anak – anak kecil di dalam
kolam asal jangan lupa setelah itu anda wajib memberi mereka beberapa ekor ikan
kecil yang merupakan makanan favorit hewan lucu ini. Di luar negeri, ikan lumba
– lumba kerap digunakan sebagai alat pembantu terapi kesehatan untuk mengurangi
tingkat stres pada beberapa kelompok manusia dari usia muda hingga tua sehingga
memberikan mereka perasaan tenang dan terhibur.
Pantai Lovina merupakan salah satu obyek wisata di Bali
dengan pemandangan alam sangat mempesona, memiliki pantai berpasir hitam dan
sangat halus yang terletak di sebelah utara pulau Bali. Bagi wisatawan yang
senang akan suasana sunyi, jauh dari hiruk - pikuk keramaian kota, dan mendambakan
ketenangan, sangat tepat sekali untuk melakukan perjalanan tur atau holiday ke
pantai ini.
Selain
terkenal akan objek wisata lumba - lumba, sehingga di pinggir jalan raya banyak
dijumpai patung berbentuk lumba - lumba setinggi 5 meter, terutama dibangun
dekat pintu masuk kawasan wisata Lovina. Atraksi lain yang patut anda coba
adalah rekreasi air seperti menyelam, snorkling, berenang, memancing, berlayar,
mendayung atau sekedar berendam di air laut.
Jangan
lupa, pada waktu malam hari tiba, anda bisa melakukan jalan santai ke kota
Singaraja untuk menikmati wisata kuliner yang lezat dan murah seperti hidangan
seafood, siobak Bali atau masakan khas Bali seperti nasi campur dan babi
guling. Dijamin liburan anda pasti sangat menyenangkan.
Selamat
merencanakan liburan panjang ke Bali, anda
dapat mencoba full day tour ke Lovina yang dilanjutkan ke arah barat menuju air
terjun Gitgit dan kota Denpasar !
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
DESA PENGLIPURAN - Desa Tradisional di Bali
DESA PENGLIPURAN - Desa Tradisional di Bali
DESA PENGLIPURAN
Sebuah desa kecil dan menjadi desa tradisional
Penglipuran berlokasi di kabupaten Bangli, berjarak sekitar 45 km dari kota
Denpasar, merupakan desa adat yang cukup populer menjadi objek wisata di pulau
Bali, sangat mudah untuk anda temukan dengan memakai jasa rent car untuk tur,
karena lokasinya berada di jalan raya utama Kintamani – Bangli.
Desa Penglipuran terkenal akan kekayaan
panorama alam yang begitu asri, dapat anda rasakan ketika menginjakkan kaki di
pintu gerbang desa. Ciri khas dari desa ini adalah suasana menghijau, bersih,
sunyi dan jauh dari keramaian kota, terdapat beberapa balai desa pada area perbatasan
desa adat Penglipuran, fasilitas masyarakat dan ruang terbuka yang berfungsi untuk
pertamanan dan area selamat datang bagi para pengunjung, sangat serasi dengan
arti dari kata Penglipuran yaitu berasal dari suku kata penglipur : penghibur,
karena sejak jaman kerajaan dahulu, desa ini adalah sebuah tempat yang tepat
dipakai buat beristirahat.
Tur ke Bali memang sebuah kegiatan yang sangat mengagumkan. Selalu ada
hal – hal baru yang bisa anda nikmati dan diceritakan kepada keluarga setelah
liburan usai. Desa Penglipuran merupakan salah satu tujuan wisata yang cukup
populer di mancanegara karena hingga saat ini masih memegang erat budaya dan
agama Hindu yang sangat kental. Dapat anda lihat pada kawasan permukiman rumah
– rumah adat di sepanjang jalan setapak menuju desa yang ditata sangat rapi dan
konseptual. Sehingga hampir setiap tahun, desa ini selalu dikunjungi oleh para wisatawan
domestik dan luar negeri untuk mempelajari kebudayaan, tata cara masyarakatnya
dalam menjalankan agama, melihat arsitektur unik khas pulau Bali, pesona yang
menyejukkan saat anda berada di tengah hutan – hutan kecil serta bukit bersama hewan
– hewan mahal dan langka pulau Bali, danau dan gunung Batur, serta wisata
kuliner yang menjadi andalan sebagai salah satu objek wisata yang patut buat dikunjungi
untuk tur.
Desa Penglipuran adalah desa administrasi dari kelurahan Kubu, kabupaten
Bangli. Letaknya sangat strategis di pinggir jalan raya utama Kintamani –
Bangli. Mempunyai luas sekitar 112 Ha, terdiri dari tegalan, hutan bambu,
permukiman penduduk dan beragam fasilitas umum seperti pura, sekolah, pelayanan
kesehatan, homestay dan fasilitas umum lainnya sebagai penunjang suksesnya
program pemerintah pada sektor pariwisata. Ditambah dengan pesona alam berupa
deretan perbukitan dan kolam – kolam ikan mujair dengan ketinggian rata – rata 700
m dpl, menjadikan desa Panglipuran sebagai kawasan wisata paling sejuk dan
kental akan nuansa tradisional Bali.
Terdapat jalan utama dari batu
yang membelah desa menjadi dua yaitu sisi kiri dan kanan, sederetan pintu
gerbang khas kerajaan Bali, pintu masuk masing – masing rumah didesain dalam
bentuk yang sama (disebut angko – angko Bali) dan tentu saja pura – pura kecil
sebagai tempat bersembahyang bagi keluarga.
Pintu utama dibuat tidak terlalu
lebar agar aman dari gangguan orang – orang di jalan, dan tiap gerbang ditempel
tulisan dengan huruf Bali yang berisi keterangan dari nama kepala anggota
keluarga. Berjalan semakin ke dalam desa, jalan utama dalam kondisi menanjak, terlihat
selimut hijau dari rumput Jepang ditata sangat apik pada sisi kiri dan kanan
jalan, undakan - undakan di masing – masing rumah penduduk dan berakhir di
ujung jalan dimana berdiri dengan megah dan elegan, sebuah pura desa tempat
semua warga berkumpul untuk melakukan sembahyang bersama, area pura dinaungi
oleh beberapa batang pohon beringin tua yang berusia ratusan tahun dan
dipercaya sebagai pohon bertuah. Jalan - jalan di sepanjang lingkungan
perumahan adalah terbuat dari batu alam, dihiasi sederetan pohon kamboja Bali,
kenanga dan cempaka di sisi kiri dan kanan sehingga memberikan kesan suasana
alam pedesaan yang sangat kental dan masih alami.
Jaman
terus mengalami perubahan, namun agama, adat dan budaya Bali tetap terpelihara
oleh masyarakatnya. Sungguh mengagumkan sehingga anda sekali waktu patut buat
berkunjung / tur ke desa ini. Tertarik ? Silakan merencanakannya dari sekarang.
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
DENPASAR CITY - Bali
DENPASAR CITY - Bali
DENPASAR CITY
Denpasar merupakan ibu kota provinsi Bali,
adalah sebuah kotamadya yang menyimpan banyak keindahan alam seperti
pengunungan, bukit, pantai, dan danau serta nilai – nilai seni dan budaya
tinggi yang patut anda ketahui ketika berencana akan membuat jadwal liburan ke
pulau Bali.
Dewasa ini kota Denpasar mengalami perkembangan sektor pariwisata yang
maju pesat sehingga secara tidak langsung dapat mendorong pembangunan secara
menyeluruh di area kota Denpasar. Terhitung sejak tahun 2000, jumlah wisatawan domestik
dan mancanegara yang datang berlibur ke Bali mencapai jumlah yang memuaskan
yaitu sekitar 1.413.513 orang, berasal dari turis Jepang, Australia, Taiwan, Eropa, Inggris, Amerika, Singapura dan Malaysia.
Berbagai hotel berbintang dengan keunikan tersendiri seperti arsitektur
bangunan bergaya Eropa hingga khas pulau Bali dan tersedianya sarana penunjang
kelancaran aktifitas pariwisata seperti restoran, rent car, fasilitas
kesehatan, gedung bioskop, supermarket, pasar tradisional, museum dan lain –
lain, menjadikan kota Denpasar sebagai salah satu kota pariwasata budaya yang berwawasan
lingkungan. Juga kemajuan pariwisata Bali bisa dijadikan sebagai salah satu barometer
atau sentra terhadap pengembangan pariwisata di Indonesia.
Mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai,
diperlukan waktu kurang lebih 20 menit menuju ke pusat kota, dimana anda bisa
melihat beberapa objek wisata seperti art center atau taman budaya (tempat
masyarakat Bali menggelar acara – acara kesenian Bali), jalan – jalan sore ke
lapangan Puputan Renon sebagai paru – paru kota, melihat catatan sejarah di
beberapa museum Bali, menikmati jajanan khas pulau Bali di pasar – pasar
tradisional, berkunjung ke taman anggrek di Sanur, atau berbelanja bunga –
bunga potong yang cantik di area Renon hingga menonton film – film box office
di gedung bioskop yang berlokasi di hypermarket kota Denpasar.
Apabila anda merasa bosan, perjalanan bisa
dilanjutkan ke Kuta dan Legian sambil mencari hotel penginapan yaitu hotel
Sayang Maha Mertha. Hotel Sayang Maha
Mertha akan dengan senang hati menyambut kedatangan anda bersama
keluarga untuk berlibur di Bali. Juga para pekerja hotel disini sangat ramah
membantu anda untuk menikmati surga kecil pulau Bali. Tersedia layanan taksi,
rent car mobil atau motor bike, dan jasa tur guide yang siap melayani anda
selama berada di pulau Dewata untuk kenyamanan dan keamanan selama berlibur. Sayang Maha Mertha Hotel terletak di
dekat area objek wisata dunia yaitu sebuah desa kecil di Legian, bisa dicapai 20 menit dengan
rent car dari bandara.
Pagi
hari, awali liburan anda dengan jalan – jalan ke pusat perbelanjaan terlengkap
berada di area Kuta dan Legian. Hanya memerlukan
waktu 25 menit berkendaraan dari hotel, anda sudah tiba di tempat
tujuan, lalu lanjutkan ke pantai Kuta, yang cukup terkenal karena keindahan pesona alam matahari terbenam dan sebagai tempat paling
seru bermain kano atau
hanya duduk – duduk saja di sekitar pantai sambil menikmati angin laut yang berhembus
lembut membelai wajah dan rambut
anda. Jangan lupa memakai pakaian dan asesoris yang nyaman seperti topi,
kacamata pantai, celana pendek, tas jenis ransel, tustel dan bersandal jepit
supaya kondisi badan selama melakukan jalan – jalan tetap segar.
Malam
hari saat anda kembali ke hotel, nikmati acara makan malam bersama keluarga,
dimana anda bisa memilih aneka menu – menu istimewa dan terlezat dari pulau
Bali, Indonesia, dan mancanegara oleh tangan – tangan dingin chef bertaraf
internasional di hotel Sayang Maha Mertha ini. Kenakan baju pesta terbagus anda
sehingga acara makan malam berjalan menyenangkan.
Selamat
berlibur !
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
DANAU KEMBAR : BUYAN DAN TAMBLINGAN - Bali
DANAU KEMBAR : BUYAN DAN TAMBLINGAN - Bali
DANAU
KEMBAR : BUYAN DAN TAMBLINGAN
Danau kembar : Buyan dan Tamblingan merupakan
sepasang danau yang terletak di salah satu desa yang beriklim sejuk dan sangat
dingin pada waktu malam hari yaitu di kawasan desa Pancasari, kecamatan
Sukasada, kabupaten Buleleng, Bali.
Danau kembar ini sebenarnya merupakan rangkaian
danau yang terdiri dari tiga danau kembar dan terbentuk di dalam satu kaldera
besar. Kaldera ini diapit oleh dua danau yaitu danau Tamblingan di sebelah
barat dan danau Beratan di timur. Sedangkan danau Buyan adalah danau yang paling
besar dari ketiganya. Di antara danau Buyan dan Tamblingan yang terpisahkan
oleh jarak satu kilometer oleh kebun buah penduduk setempat dan hutan kecil, terdapat
sebuah kolam berair sangat jernih yang terhubung langsung dengan sumber mata
air danau Buyan melalui sebuah kanal sempit, oleh masyarakat desa
Pancasari, sumber mata air atau kolam kecil ini dinamakan dengan telaga Aya.
Ketiga danau tersebut di atas terbilang cukup istimewa
karena berlatarbelakang pemandangan alam yang masih perawan sehingga pesona
alam pedesaan masih sangat kental. Berada di jalur jalan raya provinsi yang
menghubungkan antara kota Singaraja – Denpasar, berdekatan dengan kebun raya
Eka Karya, menjadikan kawasan wisata ini adalah sebuah tempat favorit yang
patut untuk anda kunjungi dan hingga saat ini telah menjadi salah satu andalan
wisata di pulau Bali.
Lokasi danau sangat mudah untuk dijangkau, menyediakan beberapa
fasilitas dan akomodasi yang memadai seperti speed boat untuk keliling danau
merasakan udara sejuk membelai wajah anda atau melihat ikan mujair danau yang
gemuk berenang dengan riang di kedalaman danau, homestay maupun restoran. Sementara
di tengah danau berdiri sebuah pura yang menyimpan pesona magis tentang
kebesaran kebudayaan pulau Dewata yaitu pura Ulun Danu, merupakan tempat pemujaan umat
Hindhu kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai lambang pemberi kesuburan pada area
persawahan, ladang sayur - mayur dan kebun buah – buahan masyarakat setempat.
Pada umumnya, para wisatawan yang berkunjung ke
tempat ini adalah wisatawan mancanegara yang gemar berpetualang dan pecinta pemandangan
alam yang masih perawan seperti bukit, sungai, dan hutan yang dipenuhi oleh
tanaman anggrek liar yang selalu berbunga sepanjang tahun dan memiliki nilai
ekonomi cukup mahal sehingga dilindungi oleh pemerintah setempat. Biasanya
mereka datang dengan membawa atau mengendarai kendaraan sendiri. Jarang ada
yang menggunakan jasa tour and travel untuk holiday mereka karena lokasinya
mudah dijangkau, para wisatawan tersebut adalah kebanyakan dari rombongan
mahasiswa atau keluarga.
Untuk melengkapi acara jalan – jalan anda,
jangan lupa membawa tustel tercanggih anda untuk menemani liburan dengan
mengabadikan foto – foto menarik sebagai kenangan terindah ketika anda
meluangkan waktu datang ke tempat ini, susuri jalan swadaya masyarakat yang
sempit di belakang danau, sambil sesekali lihat ke atas pohon – pohon tua dan
sangat tinggi dimana terdapat ribuan kera – kera hutan yang jinak
bergelantungan sambil sesekali berteriak lantang seperti bercerita sesuatu
kepada teman – temannya, atau tiba di atas puncak bukit, memandang ke bawah
akan terlihat suguhan menarik pesona alam danau kembar di desa Pancasari ini.
Selamat berlibur dan merencanakan tur ke Bali
!
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong
DANAU BATUR, BALI
DANAU BATUR, BALI
DANAU BATUR
Objek wisata danau Batur merupakan obyek
wisata yang berlokasi di desa Batur, kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli,
Bali. Pesona alam dari keindahan gunung Batur adalah objek utama yang
ditawarkan kepada para wisatawan lokal dan turis mancanegara yang sedang
berlibur ke pulau Dewata. Dan memang kawasan wisata ini sangat indah meskipun
masih berlatarbelakang budaya masyarakat Bali asli yang sangat kental.
Melakukan tur ke kawasan wisata untuk holiday
dapat anda tempuh melalui kota Denpasar, diperlukan waktu 2 jam dengan rent car
menuju ke lokasi.
Dari sejarahnya, anda bisa mengetahui tentang
cerita – cerita menarik berlatar keindahan alam dan keunikan budaya dari pulau
Bali bahwa pada jaman dahulu tempat ini mempunyai sebuah pura yang disebut pura
Batur, dipercaya oleh masyarakat Bali sebagai istana dari wujud Tuhan berupa Dewi
Danu yang berfungsi menjaga kesuburan tanah pertanian dan kesejahteraan rakyat
di sekitar danau Batur, dimana menurut kepercayaan Hindu, pura ini sudah ada
sejak zaman Empu Kuturan menyebarkan agama Hindu ke pulau Bali pada abad ke 10
sampai permulaan abad ke 11. Juga, pura Batur sering dipakai untuk tempat
pertemuan beberapa raja - raja yang berkuasa di Bali guna membicarakan tentang
kesejahteraan rakyat di Bali pada umumnya. Penghormatan rakyat terhadap mereka,
dibangunlah beberapa pelinggih - pelinggih (tempat suci dalam ukuran kecil) di
dalam area pura sehingga menjadikan pura Batur sebagai salah satu pura
Kahyangan Jagad.
Hal
unik lain yang bisa anda lihat di daerah wisata ini adalah komunitas kecil sebuah
desa dengan peradaban kuno yaitu desa tradisional Bali asli yang bernama desa Trunyan.
Masyarakatnya tinggal di dalam rumah yang berarsitektur khas Bali yaitu sebuah
rumah yang dibangun dalam bentuk sederhana namun tetap terlihat cantik karena
beberapa hiasan berupa ukiran dan patung Bali serta di masing – masing rumah
terdapat sebuah sanggah yaitu tempat suci suatu keluarga Bali melakukan
persembahyangan. Di pekarangan rumah mereka, selain ditemukan bunga – bunga
khas Bali seperti Kamboja, Cempaka, Kenanga dan Pandan Harum, juga banyak tumbuh
subur sebuah pohon yang secara biologi mengeluarkan bau wangi setiap pagi hari
atau menjelang malam. Pohon ini disebut dengan pohon Menyan atau Taru Menyan,
dimana bau wanginya mampu mengalahkan bau – bau busuk di sekitar tempat tinggal
mereka seperti dari bau tumpukan sampah busuk atau kotoran hewan peliharaan
seperti babi, bebek, atau ayam. Sehingga suasana selalu terasa magis apalagi
pada hari raya keagamaan yaitu Galungan dan Kuningan, bau wangi dari pohon
Menyan yang bercampur dengan aroma harum dupa, beragam bunga dan orang – orang
Bali yang sibuk melakukan aktifitas sembahyang di sanggah atau ke pura Batur,
menambah nilai tersendiri bagi keunikan desa adat Bali Trunyan yang membuat
para wisatawan terutama turis asing senang berkunjung ke tempat ini.
Apabila anda lelah mengadakan tur
keliling desa wisata Trunyan, waktu istirahat anda dapat dilakukan dengan acara
paling menarik yaitu makan siang di beberapa restoran yang berjejer rapi di
sepanjang jalan raya kawasan wisata Kintamani. 3 Makanan asli Bali yang wajib
anda cicipi adalah ayam betutu Bali, sate lilit dari ikan laut dan nasi jenggo
(khusus untuk anda yang malas mampir ke restoran karena terlalu sibuk dalam
aktifitas holiday mengelilingi desa adat Trunyan dan keindahan danau serta
gunung Batur). Jangan lupa mencoba segelas minuman khas Bali yang disebut
dengan loloh, berasa segar dari kombinasi beberapa daun herbal untuk kesehatan
tubuh, air kelapa muda dan jeruk nipis. Ditambah dengan es batu, dijamin makan
siang anda menjadi lahap.
Selamat berlibur !
Contibuted by Nila, Copyright 2014
Lensa Pelancong


Lensa Pelancong
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)